Pontianak – Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Kota Pontianak, Hilfira Hamid menyatakan, pihaknya sudah melakukan
berbagai persiapan untuk gelaran Festival Arakan Pengantin. Festival ini
digelar dalam rangka menyambut Hari Jadi (Harjad) Kota Pontianak ke-245.
“Festival Arakan Pengantin ini akan kita laksanakan pada Minggu (9/10) pukul
07.00 WIB, start mulai dari Museum Negeri menuju Masjid Raya Mujahidin,”
ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/10).
Untuk jumlah peserta, lanjutnya, diikuti sebanyak 8 kelompok
yang berasal dari enam kecamatan se-Kota Pontianak, BUMD dan Sanggar Serumpun.
Selain 8 kelompok peserta arakan pengantin, ada 18 pasangan calon pengantin
berasal dari enam kecamatan yang akan mengikuti nikah massal. “Jadi, nanti
peserta festival akan mulai berarak-arakan dari halaman Museum Negeri melalui
Jalan Ahmad Yani menuju Masjid Raya Mujahidin,” tuturnya.
Diakui Hilfira, sebelumnya, pihaknya telah mengundang
beberapa daerah serumpun dari provinsi-provinsi lainnya namun mereka tidak bisa
mengikuti kegiatan ini lantaran keterbatasan anggaran dari pemerintah daerah
masing-masing. Namun dari negeri tetangga seperti Malaysia dan Brunei
Darussalam, telah memberikan konfirmasi untuk hadir sebagai tamu undangan.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, Festival Arakan Pengantin
ini merupakan upaya pelestarian adat istiadat yang menjadi tradisi dalam
pernikahan khususnya pengantin Melayu Pontianak di tengah modernisasi.
Sejatinya, arak-arakan pengantin itu adalah mengantar mempelai pria menuju ke
rumah mempelai perempuan. “Karena ini bentuknya festival, sehingga kita ikutm
sertakan mempelai perempuannya dalam arakan pengantin supaya lebih menarik,”
imbuhnya.
Dalam arak-arakan ini juga menyertakan kedua mempelai
pengantin, orang tua dari kedua belah mempelai, pengiring-pengiringnya
dilengkapi dengan barang-barang hantaran serta diiringi alunan musik baik itu
berupa tar maupun tanjidor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar